Site Overlay

Hukum BOSSEN

sedikit memodifikasi teori dari Hermann Heinrich Gossen yang lebih menitikkan pada pemenuhan kebutuhan akan barang, maka hukum BOSSEN ini akan lebh berbicara tentang pemenuhan kebutuhan manusia dari sisi spiritualnya.

adalah sebuah keniscayaan jika manusia selalu mempunyai dorongan untuk meraih kepuasan dan kebahagia. berbagai cara, jalur dan channel bisa mereka tempuh untuk mendapatkannya. sebagian dari mereka akan berburu kepuasan dengan mengumpulkan rupiah maupun dollar karena mereka menganggap bahwa kepuasan dan kebahagiaan adalah “sesuatu yang bisa mereka beli”. pandangan ini tidak sepenuhnya salah karena dengan berbekal rupiah manusia bisa mendapatkan kesempatan lebih untuk bisa meraih “sesuatu”. namun, ternyata lebih banyak lagi “sesuatu” yang tidak bisa uang raih untu memuaskan dahaga bahagia seseorang.

“sesuatu yang lain” yang tak terjangkau oleh rupiah itulah yang kemudian mendorong manusia untuk terus berjuang mencarinya. mereka tidak lagi berkutat pada hal yang bersifat material dan mulai beralih kepada sesuatu yang lebih bersifat spiritual (bukan supranatural…he2).

seperti saat haus dan bertemu dengan segelas air yang dingin menyegarkan, saat pertamakali mendalami sisi-sisi spiritualnya manusia akan terlihat begitu “bernafsu” untuk meneguk manis dan segarnya peribadatan yang dilakukan. seakan-akan merka ingin menumpahkan seluruh kebahagian hingga membasahi jiwa mereka yang dulunya kering. namun, setelah beberapa tegukan, setelah beberapa ritual peribadatan dijalankan, semua mulai terlihat biasa saja. setiap ibadah yang dilakukan terasa seperti rutinitas biasa yang tidak bermakna. seperti seorang pekerj pabrik yang harus datang jam 8.00 melakukan pekerjaan yang saman dengan kemaren, istirahat,  lalu pulang. tidak ada dinamika dan nilai lebih yang bisa mereka rasakan. monoton dan MEMBOSANKAN.

kehampaan rutinitas ini membuat ibadah yang dilakukan tidak bisa memberikan pencerahan apalagi menyemangati dan memuaskan hati. saat takbir terucap bukan hati yang bergetar…namun hanya bibir yang berujar. saat kepala ini berdiam dalam sujud, pikiran ini berdiri dan berlari entah kemana. kebingungan mencari “sesuatu” yang sudah sulit lagi dicari bahkan saat dalam proses peribadatan seperti ini.ADA YANG SALAH KAWAN!

Ya! ada sesuatu yang kurang dalam kegiatan spiritual yang dilakukan. sesuatu yang sudah hilang karena kita terjebak dalam kebiasaan, rutinitas ritual peribadahan semata. kita mulai terseret kedalam lorong hampa yang membuat apa yang kita lakukan menjadi tidak bermakna dan tidak mampu membahagiakan hati karena kita mulai lupa dengan esensi ibadah spiritual kta yaitu “keikhlasan” bahwa semua itu milik Allah dan dengan ridhonya saja kita bisa bahagia…keiklasan inilah yang menyambungkan jiwa kita dengan ridho-NYA.  sesuatu yang berangkat dari hati yang ikhlas akan samapi kepada DIA yang maha memberi kebahagiaan!

berangkat dari kerangka berfikir itulah kemudian teori hukum BOSSEN ini muncul:

jika pemenuhan kebutuhan akan kebahagiaan dilakukan dengan beribadah secara terus-menerus dan didasari rasa ikhlas, utilitas yang dinikmati manusia akan semakin tinggi, tetapi setiap tambahan ritual satu unit peribadatan tanpa didasari rasa ikhlas tidak akan memberikan tambahan utilitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *