Site Overlay

Waktu

Waktu menjadi penanda yang sangat penting dalam perjalanan hidup manusia. Mulai satuan terkecil detik,menit, jam, bahkan milenia.Berulangkali, dalam kalam ilahi, sang maha pencipta bersumpah dengan menggunakan penanda waktu untuk mengingatkan betapa berharga dan penting nya waktu bagi manusia. Bahkan, dari kalam sang kholiq ini juga tersimpan ancaman yang mengerikan bagi mereka yang meremehkan atau bermain-main dengan waktu. Waktu mungkin dihitung akumulatif atau bertambah oleh sebagian manusia. Namun sebaliknya, hakikat waktu yang diberikan oleh Allah didunia ini adalah hitungan mundur. Seperti bahan bakar dalam sebuah mobil, waktu senantiasa tergerus selama perjalanan. Kita mungkin bisa berhenti dan mengisi ulang bensin didalam mobil kita, tapi waktu? Keterbatasan waktu yang kita miliki dalam dunia ini mau tidak mau memaksa kita untuk cermat dan tepat dalam memanfaatkanya. Bagaimana cara memanfaatkanya akan sangat tergantung cara pandang manusia itu sendiri terhadap waktu dan dunia ini. Ada sebagaian yang mengartikan “waktu adalah uang” semboyan ini akan mendorong mereka untuk terus bekerja dan berusaha mengkonversi setiap menit bahkan detiknya menjadi rupiah, dollar, atau dinar. Mereka melihat detail waktu dengan pertimbangan dan pertimbangan untung rugi secara finansial. Sebagian yang lain bisa saja beranggapan lain tentang waktu. Seorang muda mudi yang sedang dilanda asmara mungkin saja mengartikan ‘waktu adalah cinta”. Pelajar yang sibuk dengan stusinya bisa jadi bersemboyan “waktu adalah belajar”. Selama masih menyimpan tabungan waktu, manusia akan terus mengejar apa yang menjadi orientasi hidupnya. Dalam perjalanan waktu, orientasi ini bisa saja berubah seiring pengalaman dan tempaan waktu. Karena, didalam setiap penanda waktu itu tersimpan sejuta kisah yang terangkai dan terbingkai dalam kurun usia manusia. Kisah yang akan membentuk orientasi kita terhadap hidup dan kehidupan, kisah yang akan mengukir pribadi kita menjadi lebih baik atau sebaliknya. Semoga ditahun mendatang, kita bisa menjadikan hari, bulan, atau tahun kemarin sebagai kaca benggala yang akab mengarahkan kita menjadi manusia yang lebih baik. Baik bagi diri sendiri, baik untuk orang lain, dan yg paling penting adalah baik di mata Allah sang penguasa waktu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *